15 April 2009

Kegitan Peserta Pelatihan MGP-BE Unicef Untuk Pendidikan Lampung Selatan

-----------------------------------------------------------------------------------------------
KALIANDA - Bupati Lampung Selatan, Hi. Wendy Melfa, S.H., M.H., berencana melakukan percepatan peningkatan mutu pendidikan dasar (dikdas) yang digulirkan Unicef melalui program Mainstreaming Good In Basic Education (MGP-BE) di Kecamatan Sidomulyo, dan Palas. Sehingga program ini bisa berkesinambungan dan memberikan ketuk tular pada sekolah di 15 kecamatan lain di Lamsel tahun 2009 ini.

Hal ini ditegaskan Wendy saat menerima kunjungan tim MGP-BE di ruang kerjanya Selasa (20/1). Dalam kesempatan itu, orang nomor 1 di Lampung Selatan ini mengatakan, terpilihnya Lamsel dari 6 provinsi se-Indonesia sebagai barometer percepatan peningkatan pembelajaran program MGP-BE Unicef, selain Provinsi Riau, banten, Gorontalo, NTB, dan Maluku, tidak akan disia-siakan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan pembelajaran pendidikan dasar 9 tahun tersebut ke sekolah lain.

Program MGP-BE Unicef yang didanai oleh masyarakat Uni Eropa ini akan berakhir Mei 2010 mendatang. Untuk itu, program yang dapat mempercepat mutu pembelajaran pendidikan dasar ini, akan kami ketuk tularkan ke sekolah lain mulai tahun ini,” katanya.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat bersama DPRD, dewan pendidikan, Bapedda, dan BKD, akan mengkaji dan merumuskan program terapan Unicef tersebut. Sedangkan, hasil temuan tim 12 tentang penempatan guru yang belum merata, sejumlah lokal sekolah SD/MI, SMP/MTs yang tidak layak akan dibahas sesuai kekuatan anggaran.

Kendati belum ada alokasi dana untuk meneruskan program MGP-BE yang dinilai cukup baik untuk percepatan mutu pendidikan, Wendy mengatakan akan menganggarkan pola pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) bagi pendidikan dasar sembilan tahun tersebut ke dalam pos bantuan.

Ini langkah awal kami, untuk melakukan transfer pengetahuan ini kepada sekolah lainnya, yang tidak masuk dalam program MGP-BE Unicef, kata bupati lagi.

Di Lamsel sendiri sasaran program MGP-BE Unicef yaitu, Kecamatan Sidomulyo, dan Palas. Untuk kecamatan palas yang mendapat binaan Unicef, adalah 14 SD, 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Sedangkan, untuk kecamatan Sidomulyo, 13 SD, 4 MI, 3 SMP, dan 1 MTs. Pada tahun 2008, Unicef menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 902 juta. Setiap SD binaan mendapat dana hibah sebesar Rp15 juta, gugus Rp15 juta, SMP Rp20 juta, dan subrayon Rp25 juta.

Terpisah Ketua Dewan Pendidikan Lamsel, Drs. Hi. Munatsir Amin mengatakan, pragram MGP-BE Unicef yang bersifat PAKEM ini memotivasi cara pembelajaran pendidikan dasar 9 tahun di Kabupaten Lamsel yang selama ini kurang baik. Contohnya, pada Ujian Nasional (UN) tahun kemarin, Kabupaten Lamsel peringkat ke-10 dari 10 kota/kabupaten se-Provinsi Lampung.

Murid tidak lagi sebagai objek dalam program ini melainkan juga dijadikan subyek. Pola ini, murid cepat dapat merekam setiap pelaran dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan angka kelulusan, katanya.

Program yang dicanangkan pula telah sesuai dengan tugas dan fungsi dewan pendidikan sebagai motivator, pengawas, dan memberikan pertimbangan untuk peningkatan mutu pendidikan, mempunyai tanggung jawab untuk membangun dunia pendidikan di Lamsel, agar lebih baik lagi.

Semua program tidak akan jalan. Jika tanpa anggaran. Untuk itu, kami minta pemda dapat merespon program MGP-BE Unicef ini agar diserap oleh sekolah lain, setelah Unicef mengakhiri programnya, harap Munatsir. (Beny Candra)

Tidak ada komentar: